Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kiat Liburan Hemat

20.03


Ada beberapa ide menarik agar kita bisa berlibur tanpa harus keluar banyak uang. Baca berbagai tips berhemat berikut dan terapkan saat liburan akhir tahun!

Mencari cara berlibur yang hemat biaya? Tidak ada yang salah dengan hal itu. Meski sedang berhemat, kita juga bisa berlibur dengan menyenangkan asal direncanakan dengan matang tentang pengeluaran selama liburan.

1. Tujuan liburan
Pastikan anda telah melakukan riset mengenai tujuan-tujuan yang menjadi pilihan Anda untuk berlibur. Jangan sampai Anda melewatkan promo yang sangat menguntungkan Anda dalam hal biaya, seperti diskon, penawaran spesial, dan bonus-bonus.

2. Akomodasi
Jika teman atau kerabat Anda memiliki tempat tinggal di tempat yang dekat dengan tujuan liburan Anda, maka tidak ada salahnya meminta izin untuk meminjam tempat tersebut sebagai akomodasi. Siapa tahu, mereka bisa meminjamkan dengan harga yang jauh lebih murah dibanding hotel, atau bahkan diberikan secara cuma-cuma.

3. Transportasi
Siasati biaya transportasi sepintar mungkin. Jangan sampai biaya transportasi menjadi pengeluaran terbesar Anda selagi berlibur. Jika Anda ingin berlibur keluar kota yang masih terjamah, tidak ada salahnya menggunakan transportasi umum seperti bus antar-kota, atau mungkin kereta api. Jika naik pesawat, memesan tiket dari jauh-jauh hari dan menghindari musim padat wisatawan adalah hal yang sangat bijak. Ketika sampai di tempat tujuan, pelajari baik-baik tentang kendaraan umum seperti bus, angkutan umum, atau MRT untuk yang di luar negeri. Jangan sungkan untuk bertanya pada sekeliling Anda jika Anda tidak mengerti.

4. Konsumsi
Saat berlibur ke suatu tempat, hindari tempat makan terkenal atau yang biasa dikunjungi para turis, karena sudah pasti harga yang ditawarkan sangat tinggi meskipun porsi dan kelezatannya tidak membuat puas perut. Carilah restoran yang lebih sering didatangi oleh masyarakat lokal setempat, biasanya akan lebih murah dengan porsi yang mengenyangkan dan enak.

5. Aktivitas
Pilihlah aktivitas berlibur yang tidak akan menghabiskan banyak biaya. Hiking, berenang, atau sekedar bermain di pinggir pantai adalah pilihan yang paling tepat. Jika pilihan Anda jatuh pada pantai, maka waktunya Anda menjadi ‘detektif’ untuk mencari pantai yang masih sepi pengunjung.

Nah, 5 hal di atas adalah hal-hal yang biasanya menguras kantong Anda selama berlibur. Ternyata, dengan budget sedikit, kita juga bisa berlibur dengan menyenangkan.

Selamat Berlibur!

Saat Sedang Lelah, Kecewa, dan Sedih

19.34
Buat saya, perubahan mood mendadak dari kondisi senang menjadi sedih, adalah hal yang biasa. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di hari yang baru. Jadi, hari yang terasa indah di awal, kadang bisa berakhir dengan kekecewaan. Siapa pun pasti pernah mengalaminya, termasuk Anda.

Namun, saya merasa sangat beruntung sebagai orang yang telah menikah, dan dikaruniai seorang putri kecil yang cantik yang pada 8 Maret tahun 2015 kemarin genap berumur 4 tahun (nama web ini saya ambil dari nama putri saya tersebut). Setiap saya pulang bekerja, mereka selalu menyambut saya dengan senyuman dan pelukan hangat. Rasanya, semua beban pekerjaan yang masih menyangkut di pikiran, sirna begitu saja.

Bagi saya, pelukan dan sentuhan dari pasangan, atau pun sang buah hati, berati lebih dari sekadar sentuhan biasa. Begitu sarat kasih sayang dan cinta yang tulus. Maka itu, saya tidak akan pernah meremehkan hal ini. Sebisa mungkin, sebuah pelukan singkat saya berikan kepada anggota keluarga, karena saya sendiri sudah membuktikan efek positifnya bagi jiwa saya.

Seorang terapis keluarga dari luar negeri, Virginia Satir, mengatakan bahwa untuk bertahan hidup kita membutuhkan empat pelukan dalam sehari. Untuk kesehatan, diperlukan delapan pelukan per hari. Dan untuk pertumbuhan, awet muda, dan kebahagian kita membutuhkan 12 pelukan seharinya. Menakjubkan, ya?

Temuan tersebut didukung oleh beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa pelukan dapat menyembuhkan berbagai penyakit fisik dan psikis. Karena, disadari atau tidak, seseorang yang mendapat pelukan, atau yang memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan cinta inilah yang membuat kekebalan tubuh seseorang meningkat. Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon ini membuat jantung dan pikiran menjadi sehat. Oxytocin baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat dan merasa damai serta tentram.

Sekarang, coba Anda ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda memeluk pasangan dengan kasih sayang yang tulus, bukan sekadar pelukan rutin biasa? Bila jawabannya, setiap hari, itu sudah bagus. Beberapa pasangan yang sudah menikah lebih dari 25 tahun, mengakui bahwa mereka sering menyentuh dan memeluk dalam kesehariannya. Dengan kebiasaan tersebut, mereka merasa keterikatan yang kuat dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain, tidak pernah hilang.

Jangan remehkan juga sebuah sentuhan. Saat berjalan bersama pasangan di tempat umum, saya masih selalu bergandengan tangan layaknya ABG yang baru mulai berpacaran. Sebisa mungkin kebiasaan itu tidak akan saya hilangkan. Dia pun tidak ragu untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada saya di depan banyak orang, walaupun kami tidak menunjukkannya secara berlebih. Hanya sekadar bergandengan tangan atau rangkulan di bahu atau pinggang.

Sayangnya, beberapa teman mengaku risih melakukan hal tersebut, dengan alasan malu dengan umur. Kenapa harus malu? Untuk bersentuhan, berpelukan, dan menunjukkan kasih sayang kepada pasangan, tidak ada aturan yang membatasi usia seseorang yang boleh atau tidak boleh melakukannya. Ekspresikan cinta Anda, maka Anda pun akan senantiasa menerima perlakuan penuh cinta dari pasangan hidup Anda.

Atau, kalau memang masih malu memperlihatkan kemesraan di depan umum, lakukanlah saat sedang berdua atau di rumah. Biarkan Anda yang memulainya. Sentuhan ringan di bahunya saat pulang kerja, elusan sayang di kepala ketika Anda lewat di dekatnya, atau hanya senyuman manis penuh rasa sayang. Hidup pun akan terasa semakin indah, bila kebiasaan menyentuh dan memeluk ini mulai dilakukan jug oleh pasangan Anda.

Seorang master Reiki di Mumbai, India, berkata, "Pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan, satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang, salah satu cara agar hubungan itu menghangat adalah dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stres dan depresi."

8 Kiat untuk Keluarga Digital

19.22


Banyak yang tak menyadari kalau kebanyakan keluarga sekarang sudah menjadi “keluarga digital”. Makin terjangkaunya alat komunikasi digital membuat keluarga sederhana pun bisa memiliki peralatan itu, setidaknya memiliki telepon seluler. Penggunanya juga makin muda, termasuk anak TK atau SD pun sudah bisa berkomunikasi digital. Padahal perkembangan ini tak selalu baik.

Jika ditelusuri, untuk keluarga-keluarga di perkotaan mungkin komunikasi lewat SMS atau layanan teks lain seperti layanan chat via WA/BBM/Line yang populer justru lebih banyak dilakukan dibanding komunikasi tatap muka dalam keluarga. Bisa jadi ketika semua anggota keluarga ada di rumah pun, komunikasi teks ini lebih diandalkan ketimbang komunikasi tatap muka, karena lebih praktis.

Suatu penelitian di AS menunjukkan bahwa anak usia 8 hingga 18 tahun di sana rata-rata menghabiskan waktu 7,5 jam sehari menggunakan peralatan digital (smartphone, tablet, dll). Mungkin ini belum mencerminkan keadaan global di Indonesia. Namun melihat perkembangan pengguna digital yang begitu pesat, jangan-jangan hal yang sama bisa terjadi pada keluarga kita.

Masalahnya, banyak penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan pada media digital bisa mendatangkan efek negatif yang mengkhawatirkan. Anak-anak jadi lebih paham berkomunikasi digital dibanding berkomunikasi secara nyata. Lebih dari itu, para ahli menyebutkan, bahaya paling besar dari perkembangan ini adalah rusaknya hubungan orangtua-anak. Juga anak-anak jadi tidak bisa belajar kehidupan dan membangun  karakternya seperti tak belajar berempati, malas komunikasi (lisan), kurang berkembang emotional intelligence-nya, kurang keterampilan dalam bersosialisasi, pemecahan masalah, mendengar, dan sejenisnya.

Untuk mengatasi akibat buruk itu, orangtua tidak mungkin menghalangi mereka terlibat dalam dunia digital. Yang harus dilakukan sebagai orangtua adalah memfilternya. Untuk itu parenting expert,  Dr. Michele Borba, memberikan kiat agar hubungan orangtua tetap erat dengan anak-anaknya.

1. Belajar digital
Untuk bisa menyaring mana yang bermanfaat bagi anak-anak dan mana yang harus dihindari, para orangtua harus tahu perkembangan teknologi. Karena itu, jangan abaikan untuk membaca tentang teknologi yang diminati anak-anak. Diskusikan dengan orangtua lain kalau tidak paham. Jangan segan menanyakan pada anak mengenai teknologi apa yang disukainya, kalau perlu minta anak-anak mengajarkan bagaimana menggunakannya. Dengan cara ini orangtua bisa paham seperti apa teknologi digital itu.

2. Masuklah ke dunia digital mereka
Mintalah bergabung dengan permainan mereka dalam waktu-waktu tertentu (main bersama atau hanya sekadar melihat mereka bermain). Tanya video musik/film apa yang jadi favorit mereka dan nontonlah bersama. Namun jangan lupa, selama nonton untuk tetap berkomunikasi. Misalnya jika melihat mereka sibuk chatting ke temannya sambil menonton televisi, tanya apa yang sedang dilakukannya tanpa perlu melihat isi pesan yang ia tulis.

3. Susun acara tatap muka rutin dengan anak
Misalnya, jika selama ini anak malas jika diajak makan malam bersama di ruang makan dan lebih suka menonton televisi di kamarnya atau di depan komputernya, kali ini buat aturan agar bisa makan malam bersama sambil mendengar cerita mereka di sekolah atau kehidupan bersama teman-temannya.

Selama makan malam bersama, matikan televisi, agar perhatian tidak terpecah dan komunikasi bisa berjalan baik. Bahkan kalau perlu, pesan SMS, panggilan chatting, dan panggilan telepon tak perlu segera dijawab. Yang penting,  “family time” ini harus didiskusikan dahulu dengan anak-anak agar mereka bertanggungjawab untuk mengikutinya dan merasa tak dipaksa.

4. Buat aturan menggunakan mobile phone
Mungkin di sekolah anak-anak, sudah ada aturan kalau mereka tak boleh membawa telepon seluler. Namun orangtua juga harus meyakinkan mereka bahwa ada waktu-waktu tertentu di mana menggunakan telepon genggam/tablet tidak dianjurkan. Selain di sekolah, anak-anak tidak dianjurkan menggunakan peralatan digital waktu makan bersama, berolahraga, belajar, serta saat pergi/pulang ke rumah. Lebih baik memberi salam pada orangtua ketimbang sibuk menelepon teman-temannya.

5. Perhatikan penempatan televisi dan komputer
Jangan tempatkan televisi di kamar anak-anak. Begitupun dengan komputer. Lebih baik letakkan komputer di ruang keluarga sehingga orangtua bisa dengan mudah menyapa anak atau melihat apa yang sedang dilakukannya.

6. Tingkatkan face-to-face interaction
Komunikasi tatap muka antara anak dan orangtua akan memperkaya hubungan keduanya. Gunakan interaksi semacam ini untuk mengajari anak-anak mengembangkan kemampuan komunikasinya. Misalnya, jika anak suka menyaksikan pertandingan sepakbola, diskusikan siapa tim yang akan memenangkan pertandingan atau kira-kira apa yang akan terjadi. Jika anak-anak menyukai hal lain, ajak berdiskusi mengenai itu. Tekankan bahwa saat berdiskusi, lakukan dengan tatap muka, lihat mata lawan bicara.

7. Dorong untuk memiliki waktu dengan teman
Teman bermain adalah bagian penting dalam kehidupan anak-anak untuk pengembangan keterampilan sosialisasi dan emosi. Karena itu lihat jadwalnya, apakah ada agenda mereka bertemu teman-temannya pada waktu tertentu di luar waktu sekolah. Jika tidak ada dan lebih banyak waktu untuk bermain dengan peralatan digitalnya, maka dorong agar mereka memiliki banyak waktu untuk teman-temannya juga, tidak hanya berkomunikasi melalui peralatannya itu.

8. Tekankan “kita”, bukan “saya”
Ini untuk memberi pelajaran bahwa hidup tidak hanya untuk diri sendiri. Sebagai makhluk sosial kita punya lingkungan di sekitar yang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Tak mungkin hidup sendiri. Karena itu cari cara agar anggota keluarga kita punya waktu atau berperan dalam komunitas, misalnya bertetangga dengan baik. Ajarkan bagaimana agar bisa menolong orang lain dan menghormati yang lebih tua.

Selamat mencoba! Semoga bisa membantu dalam mempererat hubungan dalam keluarga, serta bermanfaat dalam mengembangkan mental buah hati kita. :)

Detoksifikasi Hidup Anda Dengan 3 Langkah Mudah

20.28


Kadang ada masanya di mana Anda merasa sedih, malas, tidak bersemangat, dan tidak termotivasi. Namun jangan biarkan hal tersebut merusak kehidupan Anda.

Cobalah lakukan detoksifikasi hidup untuk mengeluarkan racun-racun yang bisa membuat Anda tak bahagia. Caranya cukup dengan beberapa langkah mudah ini, seperti dilansir laman Youqueen.

Identifikasi kebutuhan

Mulailah dengan area kehidupan yang paling membuat Anda merasa tidak puas, misalnya hubungan asmara, karir, hubungan dengan keluarga, keuangan, dan lainnya.

Jika Anda merasa bosan, cobalah cari kegiatan baru. Jika memiliki masalah dengan orang terdekat, maka bicarakan dengan mereka. Kenali apa inti permasalahan Anda, kalau perlu tuliskan di buku catatan, kemudian cari tahu solusi yang bisa Anda lakukan.

Makan sehat untuk pikiran sehat

Langkah selanjutnya, cobalah lakukan detoksifikasi untuk tubuh Anda. Tidak perlu benar-benar melakukan detoksifikasi seperti minum jus selama dua minggu, tapi cukup perbanyak menu makanan yang sehat.

Tubuh yang sehat juga memproduksi pikiran sehat. Pilih makanan seperti sayur-sayuran, buah, gandum, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan ikan.

Cintai diri sendiri

Sekarang untuk menghapus pikiran buruk yang sering melanda, cobalah pikirkan hal-hal baik mengenai diri sendiri. Orang cenderung memiliki kebiasaan untuk fokus pada hal-hal negatif dari diri mereka sendiri, padahal itu bisa menghambat Anda untuk mencintai diri sendiri.

Cobalah nikmati hidup dengan melihat segala sesuatu dari sisi baiknya. Jika pikiran semacam itu mulai muncul, keluarkan saja mantra, “Saya sempurna apa adanya”. 

Kiat Bekerja Dengan Bahagia

18.19


Jika Anda bekerja, kemungkinan Anda sering menghabiskan lebih banyak waktu di kantor daripada di rumah. Dan, karena itu sangat penting jika Anda harus merasa bahagia dan santai ketika di tempat kerja.

Tapi itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Tekanan kerja, lelah, dan juga rekan kerja yang menyebalkan mungkin merupakan hal yang harus Anda hadapi di lingkungan kerja. Jadi tampaknya akan sangat sulit bagi Anda untuk bisa merasa bahagia di tempat kerja.

Stres kerja dapat mengganggu kesehatan mental dan fisik Anda. Mengubah pekerjaan bukan solusi, terutama dalam skenario ekonomi saat ini. Jadi, berikut adalah cara untuk membuat sebagian besar dari apa yang Anda miliki.

Makan di luar
Lupakan makanan rumahan dan kantin kantor Anda yang mulai membosankan. Adalah ide bagus untuk makan siang dengan rekan-rekan Anda di luar lingkungan kerja. Ini akan membantu Anda ikatan dengan mereka. Jika Anda benci makan di luar, maka gunakan waktu tersebut untuk berkumpul saja, dan bawa makanan Anda ke pulang.

Optimis
Apapun sifat dan masalah yang Anda hadapi di tempat kerja, mereka tidak akan menghilang dengan hanya menjentikkan jari-jari Anda. Anda harus optimis bahwa situasi akan membaik perlahan dan pasti. Jangan menjadi korban pikiran negatif. Jika Anda merasa sulit untuk bersikap optimis, berpura-pura. Dengan waktu, sikap positif palsu Anda akan berubah nyata. Yang Anda butuhkan adalah sedikit latihan.

Ubah sikap Anda
Bahkan jika Anda membenci pekerjaan Anda, cobalah mengubah sikap Anda. Analisis bagaimana Anda dapat memperbaiki diri sendiri dan membuat kesalahan lebih sedikit dan meningkatkan efisiensi Anda. Setiap kali Anda meninggalkan pekerjaan, Anda harus tahu bahwa itu telah meningkatkan kemampuan Anda, bahkan jika itu hanya kecil saja,

Bersikap ramah dengan rekan-rekan
Suasana yang ramah membuat perbedaan besar. Jika Anda menyendiri, kemungkinan Anda akan merasa ditinggalkan dan merasa terkucilkan. Kami tidak meminta Anda untuk pergi berbelanja dengan mereka dan berbagi rincian kehidupan pribadi Anda, tapi mencobalah bersikap ramah pada mereka.

Istirahat sejenak
Bekerja  selama 12 sampai 16 jam sehari akan membuat orang marah-marah, stres dan tidak mampu berkonsentrasi. Jadi, istirahat selama 15 menit adalah suatu keharusan. Tidur siang, membaca lelucon atau bermain game online, mendengarkan musik atau chatting dengan seorang teman adalah salah satu untuk mengisinya.

Jika tidur siang dan bermain game online dilarang, mendengarkan musik yang bagus untuk menambah semangat suasana hati Anda.

Bersyukur
Mengetik dengan kemarahan pada keyboard, membanting telepon, dan mendorong laci kabinet dapat membantu Anda melampiaskan kemarahan, tetapi berpikir apa untungnya hal tersebut. Bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan, karena banyak orang yang menganggur dan berharap memiliki pekerjaan seperti Anda.

Bersikap tegas
Tidak ada yang suka diganggu dan dilecehkan di tempat kerja. Jika ada yang bersikap begitu pada Anda, maka cobalah menegurnya. Jangan hanya diam, namun bersikap tegas agar dia tahu Anda tidak suka dengan sikapnya.

Mintalah umpan balik
Sangat penting untuk meminta umpan balik dari atasan Anda. Komunikasi yang baik akan memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang diharapkan dari Anda, sehingga Anda bisa menjalankan pekerjaan Anda dengan baik dan bisa menimati pekerjaan Anda.